A manager is responsible for the application and performance of knowledge (Peter Drucker) | www.management-update.org  
   
   | Beranda | Publisher | Editors | Login | Subscribed | RSS Feed | Twitter | Facebook | 26 September 2018
   
   
   
      Register | Forget Password

  Username : Password :
     
   


   
       HOME EDITORIAL HEADLINE DEPARTMENT REGULAR SUBSCRIPTION ARCHIVE    
   
 
  • Cyb3r001

    uploads/slide/sd.jpg

    Hacked By Cyb3r001 was here

 
 
Oleh: Isdaryono

SEGITIGA EMAS

 Pergumulan Relasi Bisnis Wisata
Indonesia, Malaysia, dan Thailand

 

Lain padang, lain ilalang. Setiap negara tentu memiliki kelebihan dan keunggulan tersendiri. Melalui kerja sama ASEAN, terbesit secercah harapan terciptanya paket-paket unggulan yang akan dimainkan perannya oleh masing-masing negara.

Pariwisata, dewasa ini menjadi salah satu sektor yang bertumbuh pesat dalam perekonomian global, terutama di negara-negara maju. Sementara di negara-negara berkembang, tren menunjukkan tingkat pertumbuhan yang lebih cepat dibanding negara-negara maju.   

Diprediksikan, hingga 2020 wisatawan yang melakukan perjalanan internasional  mencapai  USD  1,6  miliar dengan  pembelanjaan  sebesar  USD  2 triliun.Kemajuan ini membawa sektor pariwisata menjadi salah satu andalan pembangunan di negara-negara berkembang karena perolehan devisa
dari aktivitas sektor ini terbukti berhasil banyak berkontribusi terhadap perekonomian negara-negara yang menjadi tujuan wisata.

Kawasan Asia Tenggara merupakan sebuah kawasan yang dewasa ini menjadi destinasi unggulan dari wisatawan wisatawan mancanegara (wisman) pada negara-negara di kawasan ini, serta
perolehan devisa dari aktivitas pariwisata internasional meningkat sangat pesat. Jika pada 1992 tercatat sekitar 22 juta maka pada 2005 jumlahnya sudah mencapai 51 juta. Namun, pertumbuhan
masing-masing negara di kawasan tersebut tidak seimbang, bahkan terkesan jauh tidak berimbang antara satu negara dengan negara yang lain.

Dalam sisi kunjungan wisman, Malaysia pada 2003 memperoleh 10,5 juta. Singapura pada 2005 memperoleh 8,9 juta, Malaysia 16,4 juta, Thailand 10,1 juta, dan Indonesia hanya 4,4 juta. Sampai
kemudian 2008, Malaysia mendapat 22 juta wisman, Thailand 14,9 juta, Indonesia 6,2 juta.Negara-negara Asia menikmati pertumbuhan mantap dari kedatangan wisatawan karena 1991 banyak pelancong.

Bagaimanapun, mereka datang dari negeri tetangga. Pengunjung dari bekas negara penjajah juga membuka ceruk pasar yang cukup banyak. Malaysia, menikmati kedatangan konsisten dari pengunjung Inggris. Hubungan religius dan budaya antara negara-negara juga menarik wisatawan.
Malaysia baru-baru ini menikmati satu pertumbuhan substansial di jumlah pelancong Timur Tengah.

 

Perbedaan tersebut menyiratkan persaingan terselubung di antara negara internasional. Tingkat pertumbuhannegara. Persaingan merupakan sebuah proses yang wajar dalam dunia usaha,
namun persaingan  bisa mengarah pada kecenderungan yang negatif yang merugikan pesaingnya, karena untuk memenangkan persaingan, berbagai cara akan dilakukan oleh para pesaing untuk
memenangkan persaingan.

Solusi Bersahabat

Paradigma persaingan dengan konsep win-loose tidak lagi menjadi trend saat ini. Sebaliknya, paradigma win-win menjadi solusi baru yang  lebih bersahabat. Untuk itu antar negara ASEAN kemudian bersepakat untuk melakukan kerja sama di semua bidang untuk memajukan kawasan tersebut. 

Salah satu sektor yang digarap adalah sektor pariwisata.Kerja  sama diarahkan untuk menjadikan ASEAN sebuah destinasi tunggal. Kerja sama di sektor pariwisata ASEAN sudah banyak dilakukan.  
Kesepakatan-kesepakatan juga sudah dibangun dalam koridor pengembangan pasar wisatawan ASEAN.Kerja sama Segitiga Pertumbuhan Indonesia-Malaysia Thailand atau Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) merupakan inisiatif kerja sama subregional yang dibentuk
bersama pada 1993 antara pemerintah Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Tujuannya, mempercepat transformasi ekonomi di kawasan ini. Sektor swasta turut memainkan peranan penting dalam meningkatkan kerja sama ekonomi di IMT-GT. IMT-GT terdiri dari 14 provinsi di Thailand Selatan, 8 negara dari Semenanjung Malaysia, dan 10 provinsi se-Sumatera di Indonesia.

Kerja sama ekonomi sub regional ini dilandasi oleh sejumlah landasan dasar yang strategis dan sejalan dengan dasar-dasar yang sehat dari proses liberalisasi ekonomi dan perdagangan yakni:

  1. Kedekatan geografs dari  wilayah negara-negara anggota.
  2. Komplementaris  faktor produksi antar wilayah
  3. Peran dunia usaha (private sektor) sebagai penggerak pembangunan
  4. Peran  pemerintah  sebagai fasilitator. 

Implikasi Global

Dalam kaitannya globalisasi di Indonesia dengan implikasi secara ruang, maka kita bisa meninjaunya dan melihatnya berupa: Segitiga pertumbuhan bisa dikatakan sebagai implikasi global yang bisa dilihat dari kacamata spasial (keruangan).

IMT-GT sebagai salah satu bentuk kerja sama ekonomi sub regional di ASEAN (termasuk Indonesia) dibangun atas dasar  enlightened self  interest yang bertitik tolak dari pengakuan adanya kepentingan bersama, tetapi selanjutnya akan sangat bergantung kepada daya tarik
wilayah atau sub wilayahnya.

Untuk  mencapai  tujuan  tersebut perlu dukungan  sektor produksi  yang meliputi investasi, perdagangan, industri, pertanian dan perikanan, dan pariwisata serta  sektor pendukung  meliputi
pengembangan SDM, mobilitas buruh, transportasi, komunikasi, dan sumber daya (energi).

Daya tarik kawasan IMT-GT sebagai kawasan pengembangan tidak hanya pada potensi sumber daya alam, tetapi juga sumber daya manusia, ketersediaan prasarana dan sarana pendukung, serta sistem perdagangan di masing-masing negara terkait. Indonesia sebagai sebuah negara tidak lepas dari sistem perekonomian global, mempunyai potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang secara kuantitas jauh lebih besar dibandingkan dengan negara lainnya, namun kualitasnya relatif belum memadai sesuai dengan tuntutan kebutuhan.

Untuk  itu  diperlukan  jalinan  sistem perdagangan yang lebih terbuka, yang akhirnya akan mendorong semua negara untuk  lebih  efsien  melakukan  aktivitas ekonominya, agar produk-produknya dapat kompetitif baik di pasaran internasional maupun lokal. IMT-GT terdiri dari 14 provinsi di Thailand Selatan (Krabi, Nakhon, Si Thammarat, Narathiwat, Pattany, Phattalung, Satun, Songkhla, Trang, Yala, Chumpon, Ranong, Surat Thani, Phang Nga and Phuket, delapan negara bagian di utara Semenanjung Malaysia (Kedah, Kelantan, Malacca, Negeri Sembilan, Penang, Perlis dan Selangor, dan sepuluh provinsi di Indonesia (Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Lampung, Sumatera  Utara,  Riau,  Kepri,  Sumatera Selatan dan Sumatera Barat.

Tiga Negara sebagai Individu

Sebagai individu, ketiga negara IMT-GT memiliki kesamaan dan perbedaan satu sama lain. Dalam konteks pasar (market) Indonesia menempatkan Malaysia sebagai pasar utama, namun
tidak menempatkan Thailand sebagai pasar.  Malaysia sendiri menempatkan Indonesia dan Thailand sebagai pasar utama. 

Sedikit berbeda, Thailand memang menempatkan Malaysia sebagai pasar utama, namun tidak menjadikan Indonesia sebagai pasar wisman-nya.   Dari aspek pasar, Malaysia paling diuntungkan karena posisinya yang berada di tengah-tengah.

Sementara itu di luar ASEAN, Indonesia, Malaysia dan Thailand harus berebut untuk memasuki pasar Jepang, China  dan UK.  Secara  geografs, Thailand dan Malaysia lebih diuntungkan. Dan  untuk  pasar  UK  sebagai  anggota Commonwealth, Malaysia juga lebih diuntungkan. Australia menjadi pasarnya Indonesia, Malaysia, dan Thailand. 

Dari  aspek  geografs,  Indonesia memang terlihat lebih beruntung. Tapi dari aspek politis, Malaysia yang lebih diuntungkan. Dan faktanya, lebih banyak wisman Australia ke Thailand dibanding yang ke Indonesia. Korea menjadi pasar Indonesia dan Thailand. Dalam kondisi seperti ini, persaingan bisnis tidak bisa dihindari, dan Indonesia paling tidak diuntungkan posisinya.

 

 Tujuh Tantangan Segitiga Emas

  1. Provinsi di negara-negara anggota IMT-GT secara individual memiliki kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan berbeda-beda.
  2. Kerja sama IMT-GT dimaksudkan untuk menyatupadukan kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan tersebut menjadi sebuah alat untuk membangun perekonomian di kawasan tersebut dengan tujuan menyejahterakan masyarakat.
  3. Secara teoritis baik tujuan, azas (principle) maupun road map sebagai manifestasi program sudah bagus diformulasikan secara bersama namun dalam implementasinya sulit dilaksanakan akibat masing-masing memiliki aturan-aturan dan pemahaman yang berbeda.
  4. Kerja sama IMT-GT ini praktis kurang diketahui secara luas keberadaannya.  Banyak pihak baik dari pemerintah, swasta dari lintas sektor yang tidak mengerti bahkan tidak pernah tahu ataupun mendengar tentang apa itu IMT-GT.  Forum ini dianggap sebagai sebuah forum ekslusif yang sekadar omong tidak ada tindakan.
  5. Organisasi IMT-GT diibaratkan sebuah kepala tanpa tubuh yang konsekuensinya adalah tidak berfungsi sama sekali.
  6. Ketidakefektifan dari kerja sama ini antara lain adalah kegagalan dalam komunikasi antar anggota maupun antar publik dan swasta, kegagalan memahami kondisi masing-masing, serta saling berharap berlebihan satu sama lain.
  7. Pihak swasta tidak mau terlibat karena tidak melihat keuntungan dari kerja sama ini sehingga mereka merasa tidak perlu ada kerja sama.

 

 

 

KONSULTASI
Langkah-langkah Memulai Bisnis Awal

Oleh : Prof.Dr.Andreas Budihardjo Saya adalah seorang marketer sejati, saya selalu berhasil mencapai target yang dibebankan perusahaan terhadap saya. Akan tetapi, saya selalu ti ...
[selengkapnya]


 











HEADLINE :


  

 

 

heading

K O B I S

Wani Piro

Point of View

MENCIPTAKAN SUPERTEAM,
BUKAN SUPERMAN!

Closer With

PETINGGI YANG SELALU MERENDAH

Finance

Disiplin Administratif:
Solusi Mengelola Keuangan Bisnis Anda

Talent Behavior

Bekerja Tanpa Pemimpin Utopia atau Kekacauan?

EXPLORE

Merek-Merek Penanda Zaman Baru

Operations 

SEGITIGA EMAS

Marketing

BERBURU BANGKU PARLEMEN 2014

 
KONFLIK KEKUASAAN
 
SEDERHANA ITU...
SEMPURNA!

 
 
TERKENANG LIONTIN TANDA CINTA IBUNDA

BIZPEDIA

KEPEMIMPINAN SEBAGAI INTI MANAJEMEN

BOOK INSIGHT

David and Goliath Malcolm Gladwell
 
 
 
 
JURNAL IRJBS
 
Agustus - November 2012
 
Vol. 5 No. 2
 
 
 
 
 
 
April - Juli 2012
 
Vol. 5 No. 1
 
 
 
 
 
 
Desember 2011 - Maret 2012
 
Vol. 4 No. 3
 
 
 
 
 
 
AGUSTUS S/D NOVEMBER 2011
 
Vol.4 No.2
 
 
 
 
 
 
JURNAL IRJBS
 
April s/d Juli 2011
 
Vol. 4 No. 1
 
 
 
 
 
 

 
 JURNAL INTEGRITAS
 
Desember 2010 s/d Maret 2011

VOL. III NO. III
 
 
 
 
 
 
 
 JURNAL INTEGRITAS
 
Agustus s/d November 2010
 
VOL. III NO. II
 
 
 
 
 
 
 JURNAL INTEGRITAS
 
April s/d Juli  2010
 
VOL. III NO. I
 
 
 
 
 
 
 
JURNAL INTEGRITAS
 
DESEMBER 2009 S/D MARET 2010
 
VOL. II NO. III
 
 
 
 
 
 
 
JURNAL INTEGRITAS
 
AGUSTUS S/D NOVEMBER 2009
 
VOL. II NO. II 
 
 
 
 
 
 
JURNAL INTEGRITAS
 
APRIL S/D JULI 2009
 
VOL.II NO.I 
 
 
 
 
 
 
JURNAL INTEGRITAS
 
DESEMBER 2008 S/D MARET 2009
 
VOL.I NO.III
 
 
 
 
 
 
JURNAL INTEGRITAS
 
AGUSTUS S/D NOVEMBER 2008
 
VOL.I NO.II

Pembaruan Fungsi Keuangan Perusahaan (Oleh:Djoko Wintoro).

Membumikan Operasi Perusahaan Besar di Indonesia (Oleh:A.Prasetyantoko & Rachmadi P)

Meningkatkan Kinerja Pemasaran (Oleh:Widodo)

Indonesia Bankrputcy Law: Revisited (Oleh:Wijantini)

Predicting Credit Risks Using Sustainability Criteria into Credit Risk Management (Oleh:Teddy Oswari)

Human Resource Retention Practices (Oleh:Mohammad A. Ashraf,R.A. Masum & M.H.R. Joarder)

The Role Of Culture And Community (Oleh:Achmad Setyo Hadi)

JURNAL INTEGRITAS

MAI 2008

VOL.I NO.I 

Keragaman IdentItas dalam KomunItas Konsumen (Oleh:Eka Ardianto )

Dinamika Hubungan Perusahaan dan Komunitas Konsumen (Oleh:Yudho Hartono)

Pengujian TeorI Trade-Off dan Pecking Order (Oleh:Darminto & Adler Haymans Manurung)

Pentingnya Safety cultur di rumah sakit (Oleh:Andreas Budihardjo)

Adopting and Implementing Advanced Manufacturing Technology (Oleh:Lena Elitan)

Corporate Governance in Family Firms (Oleh:Lukas Setia-Atmaja)
 
 
 
 

buku 



Untuk melihat preview klik Cover ini!

Untuk berlangganan klik Di Sini!
 
//

Apakah informasi yang kami tampilkan sudah sesuai dengan yang anda inginkan?
      Sangat Sesuai
      Cukup Sesuai
      Kurang Sesuai




Unique Visits Today: 356
Hits Today: 941
Total Unique Visits: 478691
Total Hits: 31045356
Guests Online: 8


   
   

  MENU HOME:




  MENU JOURNAL:




  MENU FORUM:


PMBS Publishing   
www.management-update.org | copyright © 2018