A manager is responsible for the application and performance of knowledge (Peter Drucker) | www.management-update.org  
   
   | Beranda | Publisher | Editors | Login | Subscribed | RSS Feed | Twitter | Facebook | 28 May 2018
   
   
   
      Register | Forget Password

  Username : Password :
     
   


   
       HOME EDITORIAL HEADLINE DEPARTMENT REGULAR SUBSCRIPTION ARCHIVE    
   
 
  • Cyb3r001

    uploads/slide/sd.jpg

    Hacked By Cyb3r001 was here

 
 
Oleh: Arnold Kaudin

Disiplin Administratif:

Solusi Mengelola Keuangan Bisnis Anda

 

Bagi mayoritas kaum urban, tahun baru umumnya merupakan kondisi euforia
dimana terjadi banjir harapan dan semangat ‘segar’ demi memaksimalkan
perputaran roda bisnis dan usaha. Tapi, jangan cuma bermimpi. Kenali strategi
yang harus Anda lakukan, mulai saat ini.

Selamat tahun baru 2013! Di tahun yang baru ini sudah selayaknya kita menumbuhkan harapan
dan semangat baru untuk mencapai sesuatu yang lebih baik. Bagi Anda yang memiliki bisnis sendiri, tentu layak pula berharap agar usaha Anda dapat semakin berkembang.

Perlu diingat, bahwa salah satu poin penting yang dapat mendorong kemajuan usaha adalah disiplin dalam pengelolaan keuangan. Yang kami maksud disini tidak semata-mata mengatur kebutuhan untuk membayar dan menagih penerimaan saja, tapi lebih dari itu adalah bagaimana
menjaga alur administrasi tetap berjalan baik.

Oleh karena itu, mutlak perlu ditegakkan suatu sistem keuangan yang solid.Sayangnya, bagi banyak orang tertib administrasi keuangan bukanlah perkara mudah. Keterbatasan pengetahuan
mengenai adalah salah satu hambatannya. Hambatan ini dapat diatasi dengan belajar, tentunya. Yang cenderung lebih sulit diatasi adalah “kemauan” untuk berdisiplin dalam proses administrasi.

Padahal, hal ini dapat membawa banyak dampak positif bagi kegiatan usaha. Misalnya, kita dapat mengetahui validitas arus kas yang masuk dan keluar dari aktivitas bisnis, termasuk sumber dan
penggunaannya.Disamping itu, pada saat usaha berkembang dan hendak mengukuhkan
organisasi melalui badan hukum, laporan keuangan adalah salah satu persyaratannya. Kalau pun unit usaha belum mampu menyusun sesuai standar yang lazim berlaku, dengan bergulirnya
rutinitas tertib adminstrasi maka setidaknya dokumen dan catatan atas transaksi yang pernah dilakukan telah tersedia. 

Lagi  pula,  penyusunan  laporan keuangan yang baku bisa saja meminta keterlibatan dan bantuan dari pihak ketiga, misalnya konsultan usaha mikro atau akuntan publik jasa tenaga ahli. Hal ini sesuai aturan akuntansi. Namun sebelumnya, terdapat beberapa hal yang terlebih dulu perlu diupayakan agar pencatatan transaksi dapat lebih mudah terwujud. Inilah langkah awal yang perlu Anda lakukan demi menata manajemen bisnis secara profesional. Setidaknya ada tiga prinsip krusial untuk menjaga tertib administrasi keuangan, yaitu pemisahan, pencatatan, dan penyimpanan.

 

PILAH DAN PISAHKAN

Aturan main pertama adalah memisahkan antara keuangan pribadi dengan alur keuangan usaha. Seringkali aktivitas keuangan usaha bercampur dengan keuangan rumah tangga. Sikap pelaku usaha yang terlalu  easy going, terlebih bila niat menjalankan usaha hanya sekedar untuk iseng-iseng mencari kegiatan, adalah penyebab utama dari rendahnya kemauan untuk menegakkan tertib administrasi keuangan.

Tercampurnya pengelolaan keuangan usaha dengan keuangan rumah tangga, akan menyulitkan Anda untuk mengetahui kinerja bidang usaha yang sebenarnya. Misalnya, dalam hal pendapatan, kas yang ditarik untuk keperluan rumah tangga akan menyebabkan berkurangnya modal usaha. Sementara, menutupi anggaran kas dengan dana pribadi sebenarnya merupakan kegiatan penambahan modal usaha.

Seringkali pengusaha mikro tidak menyadari besaran jumlah dana yang dipasok untuk menggulirkan kegiatan usaha, sehingga umumnya pos-pos keuangan pribadi juga ikut tergerus.
Penarikan dana dari kas usaha juga menyebabkan Anda kesulitan mengukur alur penjualan dan penagihan. Tanpa disadari, kas usaha dan tabungan pribadi sudah “kering”, akibat terus-menerus
digunakan untuk menutup celah keuangan usaha.

Idealnya, penting pula dilakukan pemisahan antara penggunaan alat-alat untuk kegiatan usaha dengan kegiatan pribadi. Misalnya, bila motor yang dibeli untuk kegiatan usaha juga digunakan
untuk keperluan pribadi, biaya bensinnya tidak dapat seluruhnya dihitung sebagai biaya usaha. Hal ini memang sulit diwujudkan. Apa salahnya bila motor untuk kegiatan usaha juga digunakan
untuk mengantar anak ke sekolah? Atau apa salahnya panci untuk kegiatan usaha juga digunakan dalam kegiatan pribadi? Tentu tak ada salahnya karena hidup tak harus dibuat susah.

Namun perlu diingat, dengan pemisahan pencatatan keuangan pribadi dan keuangan kegiatan usaha, maka idealnya perlu juga dilakukan pemisahaan pernak-pernik dan penggunaan alat-
alat. Mungkin biaya bahan bakar untuk penggunaan motor bisa dibagi dua, sebagian ditutupi dari hasil kegiatan usaha, dan lainnya dari anggaran rumah tangga. Ada pun untuk penggunaan alat-alat seperti panci, pada tahap awal bergulirnya sistem pendisiplinan administrasi keuangan memang belum perlu dipisahkan. Artinya kita tidak perlu terlalu kaku. Namun tetap harus disadari
bahwa aksi ‘pemisahan’, merupakan strategi penyesuaian pengelolaan keuangan yang penting.

LAKUKAN PENCATATAN

Tertib administrasi yang kedua adalah mencatat setiap penerimaan dan pengeluaran. Tak dapat dipungkiri bahwa untuk menyusun laporan akuntansi dibutuhkan keterampilan khusus. Bagi
pengusaha mikro, penyusunan laporan keuangan dapat dilakukan dengan cara mudah, yaitu berdasarkan pencatatan aliran dana kas yang masuk dan keluar, beserta informasi tanggal kejadian serta sumber kas atau penggunaannya, misalkan seperti tabel berikut:

Pencatatan aliran dana kas yang masuk dan keluar, beserta informasi
tanggal kejadian serta sumber kas atau penggunaannya

Penyusunan laporan keuangan berdasarkan kas masuk atau keluar (harian), idealnya dipisahkan untuk setiap bulannya. Misalnya pencatatan untuk bulan Januari, dibuatkan suatu uraian pencatatan tersendiri. Selain untuk keperluan administrasi, pemisahan pencatatan secara bulanan dapat digunakan lebih lanjut untuk menganalisis kinerja keuangan secara lebih detil.

Contoh, pada beberapa bisnis musiman yang sifatnya penjualan akan lebih tinggi pada bulan-bulan tertentu. Anggap saja Lebaran  tahun  ini  jatuh  di  bulan  Juli. Berdasarkan catatan fenomena lonjakan harga- maka dapat dilakukan antisipasi untuk pembelian bahan baku pada kisaran waktu tersebut. Banyak pengusaha mikro yang enggan mencatat transaksinya, dengan
dalih bahwa bisnis dan nilai transaksi yang terjadi cenderung kecil. Transaksi yang minim seolah-olah selalu dapat dikendalikan. Padahal, justru karena nilai yang kecil itulah transaksi perlu dicatat dan dimonitor terus. Karena bila nilai yang ‘kecil’ ini saja hilang, maka modal bisa habis dalam sekejap.

Walau menanggung rugi merupakan salah satu resiko dalam berbisnis, namun tentunya tidak ada
satupun penggiat usaha yang bersedia mengalami kerugian.Tak hanya mencatat transaksi utama,
transaksi penunjang seperti biaya parkir, imbalan angkut barang dan sejenisnya, juga selayaknya tercatat pengeluarannya. Dan bahkan bila ada bukti / struk haruslah disimpan.

Boleh saja Anda tersenyum setelah membaca hal ini. Namun perlu Anda sadari bahwa mencatat hingga hal yang kecil adalah sesuatu yang patut dilaksanakan. Jangan heran dan menyesal
kemudian jika imbasnya terjadi dalam lingkup yang jauh lebih luas. Sering terjadi dimana hal-hal yang terlihat kecil secara tak terduga- ternyata membuat akumulasi dampak yang besar.
Sebagai pelaku usaha, Anda tidak perlu terlalu memusingkan batasan dan pakem terkait hal ini. Misalnya, untuk transaksi tanpa tanda bukti, dana yang keluar untuk kegiatan usaha dapat dicatat
sebagai pengeluaran lain-lain.

Catatan ini kelak dapat dievaluasi. Bila jumlah akhirnya terhitung sangatlah besar, maka Anda perlu merefeksikan; “Adakah sesuatu yang salah? Dan bagaimana mengatasinya?

”SIMPAN DAN ARSIPKAN

Ketiga, pemilik usaha perlu menegakkan disiplin dalam menyimpan bukti-bukti keluar masuknya dana. Idealnya, bukti transaksi dapat disimpan dalam sebuah map dan disusun menurut tanggal transaksi. Cantumkan numerisasi, agar memudahkan Anda ketika suatu saat butuh akurasi catatan transaksi. Dapat dipahami bahwa proses penyimpanan memang membutuhkan ruang, terlebih bila luas tempat usaha atau rumah Anda sangat terbatas. Oleh karena itu, strategi yang bisa Anda lakukan adalah menetapkan tanggal kedaluarsa bagi bukti-bukti transaksi misalnya
setelah tiga atau lima tahun bukti dapat dimusnahkan.

Namun sebaiknya jangan menetapkan rentang batasan terlalu singkat, semisal hanya satu atau dua tahun saja. Bila dalam kurun waktu dekat timbul keinginan Anda untuk membentuk badan hukum, dokumen dan bukti-bukti lainnya dapat Anda gunakan untuk menyusun laporan keuangan.
Selain menyimpan bukti transaksi, pemilik usaha juga perlu disiplin menyimpan laporan keuangan. Dan sebaiknya laporan keuangan diarsipkan tanpa masa kedaluarsa. Artinya, sepanjang usaha masih berjalan, maka catatan laporan keuangan tetap perlu Anda simpan.

Dari sini, informasi mengenai penjualan -sejak pertama kali catatan disusun dapat Anda telusuri.
Catatan periode sebelumnya juga bisa dipakai sebagai pembanding kinerja terdahulu, dan sekaligus dapat digunakan sebagai dasar atau patokan dalam menyusun anggaran. Sebagai tambahan, kita tentu menghendaki usaha yang telah didirikan dengan susah payah dapat
terus berkembang. Nah, bila sudah mulai mempekerjakan orang, catatan-catatan ini juga akan sangat bermanfaat sebagai alat evaluasi kinerja individu.

Di luar ketiga prinsip yang telah kami beberkan di atas -pisah, catat, dan simpan penting juga untuk disiplin mencocokkan jumlah saldo akhir kas dalam catatan, dengan jumlah dana yang riil. Seharusnya, apa yang Anda catatkan akan sama jumlah rupiahnya. Bila ada perbedaan, maka
harus dicari penyebabnya. Ini sebabnya mengapa tertib dalam mencatat transaksi harian perlu ditegakkan. Karena semakin lama menunda, tentu semakin sulit menelusuri sebab terjadinya perbedaan.

Sekalipun kita meyakini bahwa usaha masih  untung,  bisa  jadi  proftnya  jauh lebih kecil dari yang kita duga -karena adanya kehilangan-kehilangan jumlah kecil yang akumulasinya tanpa disadari
telah menggunung.Last but not least, demikian beberapa prinsip krusial seputar seluk-beluk
administrasi usaha -yang idealnya bisa segera Anda terapkan. Semoga dengan kedisiplinan dalam memanage keuangan, usaha Anda semakin maju di tahun 2013 ini. Salam bisnis.

 

Arnold Kaudin

Faculty Member PMBS
Mitra Redaksi FMPM

 

KONSULTASI
Langkah-langkah Memulai Bisnis Awal

Oleh : Prof.Dr.Andreas Budihardjo Saya adalah seorang marketer sejati, saya selalu berhasil mencapai target yang dibebankan perusahaan terhadap saya. Akan tetapi, saya selalu ti ...
[selengkapnya]


 











HEADLINE :


  

 

 

heading

K O B I S

Wani Piro

Point of View

MENCIPTAKAN SUPERTEAM,
BUKAN SUPERMAN!

Closer With

PETINGGI YANG SELALU MERENDAH

Finance

Disiplin Administratif:
Solusi Mengelola Keuangan Bisnis Anda

Talent Behavior

Bekerja Tanpa Pemimpin Utopia atau Kekacauan?

EXPLORE

Merek-Merek Penanda Zaman Baru

Operations 

SEGITIGA EMAS

Marketing

BERBURU BANGKU PARLEMEN 2014

 
KONFLIK KEKUASAAN
 
SEDERHANA ITU...
SEMPURNA!

 
 
TERKENANG LIONTIN TANDA CINTA IBUNDA

BIZPEDIA

KEPEMIMPINAN SEBAGAI INTI MANAJEMEN

BOOK INSIGHT

David and Goliath Malcolm Gladwell
 
 
 
 
JURNAL IRJBS
 
Agustus - November 2012
 
Vol. 5 No. 2
 
 
 
 
 
 
April - Juli 2012
 
Vol. 5 No. 1
 
 
 
 
 
 
Desember 2011 - Maret 2012
 
Vol. 4 No. 3
 
 
 
 
 
 
AGUSTUS S/D NOVEMBER 2011
 
Vol.4 No.2
 
 
 
 
 
 
JURNAL IRJBS
 
April s/d Juli 2011
 
Vol. 4 No. 1
 
 
 
 
 
 

 
 JURNAL INTEGRITAS
 
Desember 2010 s/d Maret 2011

VOL. III NO. III
 
 
 
 
 
 
 
 JURNAL INTEGRITAS
 
Agustus s/d November 2010
 
VOL. III NO. II
 
 
 
 
 
 
 JURNAL INTEGRITAS
 
April s/d Juli  2010
 
VOL. III NO. I
 
 
 
 
 
 
 
JURNAL INTEGRITAS
 
DESEMBER 2009 S/D MARET 2010
 
VOL. II NO. III
 
 
 
 
 
 
 
JURNAL INTEGRITAS
 
AGUSTUS S/D NOVEMBER 2009
 
VOL. II NO. II 
 
 
 
 
 
 
JURNAL INTEGRITAS
 
APRIL S/D JULI 2009
 
VOL.II NO.I 
 
 
 
 
 
 
JURNAL INTEGRITAS
 
DESEMBER 2008 S/D MARET 2009
 
VOL.I NO.III
 
 
 
 
 
 
JURNAL INTEGRITAS
 
AGUSTUS S/D NOVEMBER 2008
 
VOL.I NO.II

Pembaruan Fungsi Keuangan Perusahaan (Oleh:Djoko Wintoro).

Membumikan Operasi Perusahaan Besar di Indonesia (Oleh:A.Prasetyantoko & Rachmadi P)

Meningkatkan Kinerja Pemasaran (Oleh:Widodo)

Indonesia Bankrputcy Law: Revisited (Oleh:Wijantini)

Predicting Credit Risks Using Sustainability Criteria into Credit Risk Management (Oleh:Teddy Oswari)

Human Resource Retention Practices (Oleh:Mohammad A. Ashraf,R.A. Masum & M.H.R. Joarder)

The Role Of Culture And Community (Oleh:Achmad Setyo Hadi)

JURNAL INTEGRITAS

MAI 2008

VOL.I NO.I 

Keragaman IdentItas dalam KomunItas Konsumen (Oleh:Eka Ardianto )

Dinamika Hubungan Perusahaan dan Komunitas Konsumen (Oleh:Yudho Hartono)

Pengujian TeorI Trade-Off dan Pecking Order (Oleh:Darminto & Adler Haymans Manurung)

Pentingnya Safety cultur di rumah sakit (Oleh:Andreas Budihardjo)

Adopting and Implementing Advanced Manufacturing Technology (Oleh:Lena Elitan)

Corporate Governance in Family Firms (Oleh:Lukas Setia-Atmaja)
 
 
 
 

buku 



Untuk melihat preview klik Cover ini!

Untuk berlangganan klik Di Sini!
 
//

Apakah informasi yang kami tampilkan sudah sesuai dengan yang anda inginkan?
      Sangat Sesuai
      Cukup Sesuai
      Kurang Sesuai




Unique Visits Today: 449
Hits Today: 34988
Total Unique Visits: 428599
Total Hits: 27071829
Guests Online: 40


   
   

  MENU HOME:




  MENU JOURNAL:




  MENU FORUM:


PMBS Publishing   
www.management-update.org | copyright © 2018