A manager is responsible for the application and performance of knowledge (Peter Drucker) | www.management-update.org  
   
   | Beranda | Publisher | Editors | Login | Subscribed | RSS Feed | Twitter | Facebook | 23 November 2017
   
   
   
      Register | Forget Password

  Username : Password :
     
   


   
       HOME EDITORIAL HEADLINE DEPARTMENT REGULAR SUBSCRIPTION ARCHIVE    
   
 
  • Cyb3r001

    uploads/slide/sd.jpg

    Hacked By Cyb3r001 was here

 
 
2010-03-07 12:20:49
ASYIKNYA UTAK-ATIK KERTAS UNIK

Oleh : Raka Abimanyu

Sekumpulan anak muda bergabung karena kecintaan mereka para seni merakit kertas. Menamakan dirinya Peri (Paper Replika Indonesia), komunitas ini telah menginspirasi banyak orang untuk mencintai ichinogami, seni keterampilan tangan yang datang dari Negara Matahari Terbit.

Ichinogami atau kesenian paper replika, di Jepang telah sangat membudaya. Hampir semua orang di sana menyukainya karena proses membuatnya yang tidak terlalu sulit. Ditunjang alat-alat yang digunakan relatif untuk mudah temukan. Karena memiliki bentuk unik dan bisa berfungsi sebagai kado, misalnya untuk hadiah ulang tahun, atau sekadar bingkisan kecil guna menarik perhatian kekasih, kepopuleran seni keterampilan tangan ini jadi berkembang pesat ke seluruh dunia.

Dan Indonesia, kini menjadi salah satu negara  tempat di mana kesenian ini berkembang. Awalnya, peminat  ichinogami  masih berbentuk individu cair. Sebab beberapa tahun lalu, memang belum ada wadah untuk mengakomodasi bertemunya orang-orang yang mencintai seni merakit kertas itu. Sampai akhirnya, seorang penggemar model kertas membuat thread  di Kaskus, dan dimulaiah pertemuan mereka di dunia maya.

 

Awalnya, tak pernah terpikir kalau celotehan dan obrolan ringan yang mereka lempar seputar ichinogami  di Kaskus, akan membuahkan ide membuat kelompok berdasarkan kesamaan minat.
Karena topik yang mereka bahas kala itu, hanya seputar berbagi informasi tentang link model kertas rakitan. Namun makin lama, penggemar seni rakit kertas yang urun kementar semakin
banyak, bahkan info yang dibagi terasa kian berkualitas. Hingga akhirnya, tahun 2007 mereka memutuskan untuk memulai langkah nyata. Aktivitas  real yang mereka lakukan terwujud, saat mereka mulai berani mengadakan pameran paper replika di Margonda Plaza, Depok.

Karena mendapat respons baik, di penghujung 2008 mereka kembali maju guna mengikuti lomba papercraft di kampus IPB. Dan pada 2009, dimulailah acara kopi darat ( kopdar ) dengan meng-
undang anggota lebih banyak. Dan setelah pertemanan di dunia nyata terjalin, Peri semakin pede unjuk gigi di berbagai ajang, yang menampilkan ide kreatif pesertanya. Beberapa  event  besar yang mereka jajal, adalah  Pameran Ekonomi Kreatif 2009 di Jakarta, serta membuka workshop  papermodel di acara  IndoComTech 2009. Meski telah melakukan ajang temu langsung alias kopdar, namun bukan berarti pertemanan mereka di dunia maya berhenti. Para kontributor di  thread kaskus tetap aktif. 

Nama dan Logo

Lalu mengapa memilih nama Peri? Rauf Raphanus anggota komunitas ini yang menjabat posisi event manager menjelaskan, awalnya komunitas ini tidak memiliki nama. Namun setelah makin sering komunitas ini mengisi acara di berbagai kegiatan, kebutuhan untuk penyebutan nama yang mudah dihafal diperlukan.

Dan setelah dilakukan pembahasan cukup panjang di forum, akhirnya nama Peri dipilih untuk digunakan sebagai julukan resmi komunitas ini.Seiring dengan terpilihnya nama Peri, ide pembuatan logo pun bermunculan di forum. Dan setelah diadakan poling, akhirnya mereka menetapkan penggunaan logo dengan menggunakan sayap, bintang, dan ilustrasi cutter ( salah
satu alat membuat  ichinogami  ) sebagai ikon gambar komunitas ini.

 

Berbagai aktivitas komunitas penggemar seni merakit
kertas indonesia bernama peri.

“Kalau di luar negeri, sebenarnya ichinogami  sudah lumayan terkenal, selain di Jepang, ia juga ngetop di Eropa. Nah, kalau di Indonesia penggemarnya ada, namun belum terlalu banyak. Makanya, salah satu misi kami, untuk memperkenalkan apa itu seni merakit kertas,” ujar Rauf.
Ia menceritakan, dulu saat  ichinogami belum dikenal, amat sulit mencari model ( disain ) gambar
untuk diolah.

Media yang menyedia kan model terbatas, salah satunya adalah majalah Angkasa. Itupun terbatas pada gambar model pesawat militer saja. Namun kini, para penggemar ichinogami  sudah dapat mendapatkan ratusan model unik yang mereka inginkan, di beberapa alamat website. Beberapa yang bisa dijadikan referensi, adalah www.paper-replika.com, www.hobikit-kertas.com, www.salazad.
com, http://gadget92.blogspot.com/, dan ichinogami.blogspot.com. Selain menyediakan model, kebanyakan website tersebut juga menyediakan tuntunan bagaimana cara merakit, hingga bentuk tiga dimensi yang diinginkan terwujud.

Prestasi

Selain untuk mendapatkan teman baru yang memiliki minat sama pada bidang seni rakit kertas, Rauf meenerangkan, keuntungan lain yang didapat anggota yang bergabung cukup banyak. “Sebab saat kopdar, kami biasanya berbagi pengalaman dan ilmu. Ya, kadang-kadang merakit kertas tak semudah seperti yang dikira. Apalagi kalau Anda pemula, biasanya butuh bimbingan
orang yang lebih senior.

Terlebih saat membuat model rakitan yang bentuknya  advance. Itulah keuntungan lain bergabung dengan kami,” ujarnya. Sejak berdiri resmi pada September 2009, sudah banyak kegiatan yang dilakukan Peri untuk memopulerkan paper model di Tanah Air. Salah satunya dengan aktif memberi workshop dalam berbagai acara.

Yang terbaru, adalah memberikan workshop cara merakit kertas di area bermain dan belajar Kandang Jurang Doang ( milik penyanyi Dik Doank ), setelah sebelumnya mereka melakukan hal yang sama di Urbanfest.

Saat ditanya tentang pencapaian, Rauf menerangkan, komunitas yang ia kelola bersama teman-teman yang lain, pernah memenangi  Lomba Kreativitas Membuat Replika Unyil dari Berbagai Bahan Dasar. Saat itu, dalam rangka merayakan ulang tahun program  Laptop si Unyil ketiga, Trans7 mengadakan lomba. Tepatnya pada Maret 2010. 

 untuk yang ingin lebih dalam memahami seni papecraft, sebagai pengetahuan
dasar harus dipahami, bahwa ada ada dua jenis model replika. yakni paper
toys dan paper model.

Acara ini diikuti 12 SD Jakarta dan masyarakat umum. Dan pada saat itu, Peri diundang menjadi peserta. Perwakilan yang bertanding sebagai desainer adalah Julius Perdana, serta didampingi Rauf serta Roy Sitompul sebagai perakit. Peserta lain yang menjadi pesaing, adalah kelompok yang
datang dengan bahan dasar pahatan batu alam, lilin, dan styrofoam.

Pak Raden yang menjadi juri, menyatakan Peri sebagai pemenang, karena mereka satu-satunya
kontestan, yang mampu memadukan konsep teknologi ( program gambar 3D ) dengan seni kerajinan tangan. 

 

 

Keunggulan:

  1. Harga bahan relatif murah meriah ketimbang model plastik, besi, atau resin.
  2. Wujud jadinya bersifat lentur.
  3. Bisa membuat banyak bentuk sesuai selera pembuat. Misalnya menjadi pesawat, tank, robot, kendaraan roda emapt, bahkan gerobak bakso.
  4. Model yang diunduh dari internet masih bisa dimodifkasi sesuai keinginan.

Kekurangan:

  1. ia cenderung ringkih karena terbuat dari kertas.
  2. Level kerapian hasil akhir berbeda-beda, tergantung keahlian perakit.
  3. Sensitif dengan air dan api.

Cara Membuat :

  1. Pilih model yang akan dibuat. Bisa didapat dari majalah, internet atau membuat sendiri dari program 3d.
  2. Model di-print di atas kertas. disarankan memakai kertas inkjet paper 100gr/120gr, Briefcard 160gr,
    jasmine 175gr, atau jenis lain. syaratnya kertas jangan terlalu tipis atau terlalu tebal.
  3. Dipotong. Bisa menggunakan cutter atau gunting.
  4. Kemudian lakukan penandaan garis lipatan. Boleh dengan pulpen kosong atau garis setengah kekuatan, dengan cutter pada setiap garis lipatan model.
  5. Saatnya merakit! gabungkan setiap potongan dengan lem sesuai instruksi.
  6. Nikmati hasilnya!

Alat utama:

  1. Cutter, untuk memotong bagian kecil.
  2. gunting, untuk memotong bagian besar.
  3. lem, untuk perekat antar bagian.
  4. penggaris besi, untuk panduan cutter.

Alat Pembantu:

  1. pinset, berguna sebagai pengganti jari untuk menahan bagian dilem.
  2. Cutter pen, pilih yang ujungnya lebih kecil dari pada biasa.
  3. Cutting Mat, untuk alas potong, anti slip, tidak merusak cutter dan awet.
  4. isolasi, berfungsi menambal kertas yang tidak sengaja sobek.

Model lokal

Secara umum, seni paper replika dapat dijabarkan sebagai pengembangan origami. Seperti kita ketahui, origami adalah seni melipat menggunakan satu kertas. Beda dengan paper replika, ia seni merakit kertas dari beberapa kertas. Bisa dua lembar, tiga, empat, bahkan mungkin tak
terbatas.

Teknik yang digunakan sebenarnya sederhana, yakni memotong, melipat, membuat kurva dengan kertas, mengelem, dan membentuk. Lalu pertanyaannya, apakah wujud model yang kita ingin buat, terbatas (hanya) pada model yang ada di Internet? Rauf menerangkan, tidak seperti itu.
Buat beberapa orang yang kreatif, dan ingin merakit paper replika dalam wujud tertentu, alias ingin membuat secara custom, bisa menggunakan program komputer yang khusus mmebuat gambar 3D. Dengan demikian, ia dapat menghasilkan replika kertas dalam wujud apapun yang diinginkan.

“Banyak juga kok, penggemar  ichinogami  luar negeri, yang mulai mengambil model hasil disain pelaku paper replika lokal. Biasanya, untuk model gambar unik yang tidak bisa mereka dapat di negara asal. Contohnya, dulu saat tokoh mbah Surip wafat, kami dari Perimembuat paper replikanya, lalu di-share di Internet. Hasilnya, banyak orang yang mengunduh,” jelas Rauf.

Ia menambahkan, hingga kini jumlah anggota Peri yang terdaftar di forum sekitar 500 orang. Dan mereka lebih sering kopdar, saat diundang untuk menjadi pembicara dalam workshop. Namun
lebih dari itu, kini Peri juga membuka diri untuk diajak berdiskusi tentang pameran, edukasi, pembuatan suvenir, dan hal-hal lain yang berbau komersial.

Rauf menerangkan, bagi yang ingin menekuni kesenian ini syaratnya tidak sulit. Orang itu hanya perlu bekal daya imajinasi tinggi, selain sabar dan telaten. Meski awalnya mungkin sulit, namun
kenikmatan akan dirasakan saat model yang kita bentuk, sudah jadi. “Biasanya, makin sulit modelnya, pembuatnya akan semakin bangga,” paparnya seraya melempar senyum.

Untuk yang ingin lebih dalam memahami seni paper craft, sebagai pengetahuan dasar harus dipahami, bahwa ada ada dua jenis model replika. Yakni paper toys dan paper model. Paper Toys adalah bentuk yang terbuat dari kertas namun ukurannya tidak tergantung skala. Sementara  paper model  ukurannya dibuat semirip mungkin aslinya dan wajib menggunakan skala. Sehingga
hasilnya, saat jadi mirip sekali dengan benda aslinya, meski ukurannya lebih kecil. Karenanya, pembuatan  paper model cenderung lebih sulit dibanding membuat paper toys. Selamat berkarya. 

 


Share/Bookmark

ARTIKEL TERKAIT :




     

    KONSULTASI
    Langkah-langkah Memulai Bisnis Awal

    Oleh : Prof.Dr.Andreas Budihardjo Saya adalah seorang marketer sejati, saya selalu berhasil mencapai target yang dibebankan perusahaan terhadap saya. Akan tetapi, saya selalu ti ...
    [selengkapnya]


     











    HEADLINE :


      

     

     

    heading

    K O B I S

    Wani Piro

    Point of View

    MENCIPTAKAN SUPERTEAM,
    BUKAN SUPERMAN!

    Closer With

    PETINGGI YANG SELALU MERENDAH

    Finance

    Disiplin Administratif:
    Solusi Mengelola Keuangan Bisnis Anda

    Talent Behavior

    Bekerja Tanpa Pemimpin Utopia atau Kekacauan?

    EXPLORE

    Merek-Merek Penanda Zaman Baru

    Operations 

    SEGITIGA EMAS

    Marketing

    BERBURU BANGKU PARLEMEN 2014

     
    KONFLIK KEKUASAAN
     
    SEDERHANA ITU...
    SEMPURNA!

     
     
    TERKENANG LIONTIN TANDA CINTA IBUNDA

    BIZPEDIA

    KEPEMIMPINAN SEBAGAI INTI MANAJEMEN

    BOOK INSIGHT

    David and Goliath Malcolm Gladwell
     
     
     
     
    JURNAL IRJBS
     
    Agustus - November 2012
     
    Vol. 5 No. 2
     
     
     
     
     
     
    April - Juli 2012
     
    Vol. 5 No. 1
     
     
     
     
     
     
    Desember 2011 - Maret 2012
     
    Vol. 4 No. 3
     
     
     
     
     
     
    AGUSTUS S/D NOVEMBER 2011
     
    Vol.4 No.2
     
     
     
     
     
     
    JURNAL IRJBS
     
    April s/d Juli 2011
     
    Vol. 4 No. 1
     
     
     
     
     
     

     
     JURNAL INTEGRITAS
     
    Desember 2010 s/d Maret 2011

    VOL. III NO. III
     
     
     
     
     
     
     
     JURNAL INTEGRITAS
     
    Agustus s/d November 2010
     
    VOL. III NO. II
     
     
     
     
     
     
     JURNAL INTEGRITAS
     
    April s/d Juli  2010
     
    VOL. III NO. I
     
     
     
     
     
     
     
    JURNAL INTEGRITAS
     
    DESEMBER 2009 S/D MARET 2010
     
    VOL. II NO. III
     
     
     
     
     
     
     
    JURNAL INTEGRITAS
     
    AGUSTUS S/D NOVEMBER 2009
     
    VOL. II NO. II 
     
     
     
     
     
     
    JURNAL INTEGRITAS
     
    APRIL S/D JULI 2009
     
    VOL.II NO.I 
     
     
     
     
     
     
    JURNAL INTEGRITAS
     
    DESEMBER 2008 S/D MARET 2009
     
    VOL.I NO.III
     
     
     
     
     
     
    JURNAL INTEGRITAS
     
    AGUSTUS S/D NOVEMBER 2008
     
    VOL.I NO.II

    Pembaruan Fungsi Keuangan Perusahaan (Oleh:Djoko Wintoro).

    Membumikan Operasi Perusahaan Besar di Indonesia (Oleh:A.Prasetyantoko & Rachmadi P)

    Meningkatkan Kinerja Pemasaran (Oleh:Widodo)

    Indonesia Bankrputcy Law: Revisited (Oleh:Wijantini)

    Predicting Credit Risks Using Sustainability Criteria into Credit Risk Management (Oleh:Teddy Oswari)

    Human Resource Retention Practices (Oleh:Mohammad A. Ashraf,R.A. Masum & M.H.R. Joarder)

    The Role Of Culture And Community (Oleh:Achmad Setyo Hadi)

    JURNAL INTEGRITAS

    MAI 2008

    VOL.I NO.I 

    Keragaman IdentItas dalam KomunItas Konsumen (Oleh:Eka Ardianto )

    Dinamika Hubungan Perusahaan dan Komunitas Konsumen (Oleh:Yudho Hartono)

    Pengujian TeorI Trade-Off dan Pecking Order (Oleh:Darminto & Adler Haymans Manurung)

    Pentingnya Safety cultur di rumah sakit (Oleh:Andreas Budihardjo)

    Adopting and Implementing Advanced Manufacturing Technology (Oleh:Lena Elitan)

    Corporate Governance in Family Firms (Oleh:Lukas Setia-Atmaja)
     
     
     
     

    buku 



    Untuk melihat preview klik Cover ini!

    Untuk berlangganan klik Di Sini!
     
    //

    Apakah informasi yang kami tampilkan sudah sesuai dengan yang anda inginkan?
          Sangat Sesuai
          Cukup Sesuai
          Kurang Sesuai




    Unique Visits Today: 14
    Hits Today: 132
    Total Unique Visits: 362586
    Total Hits: 24361586
    Guests Online: 2


       
       

      MENU HOME:




      MENU JOURNAL:




      MENU FORUM:


    PMBS Publishing   
    www.management-update.org | copyright © 2017