A manager is responsible for the application and performance of knowledge (Peter Drucker) | www.management-update.org  
   
   | Beranda | Publisher | Editors | Login | Subscribed | RSS Feed | Twitter | Facebook | 23 November 2017
   
   
   
      Register | Forget Password

  Username : Password :
     
   


   
       HOME EDITORIAL HEADLINE DEPARTMENT REGULAR SUBSCRIPTION ARCHIVE    
   
 
  • Cyb3r001

    uploads/slide/sd.jpg

    Hacked By Cyb3r001 was here

 
 
2010-03-07 12:20:38
MENCAPAI MULTI SASARAN DENGAN BERMARTABAT

Oleh : Andreas Budihardjo

Pemimpin bukan ‘Superman’ yang mampumengubah suatu keadaan yang sangat jelek menjadi sangat mengagumkan dalam sesaat. Namun visi, perencanaan strategis, kemampuan serta kejujuran dalammelaksanakan perubahan ke arah yang positif merupakan sesuatu yang esensial dan patut dihargai.

Pemimpin yang efektif atau sukses sering dilihat dari sasaran-saranan yang telah  dicapai  dalam  pengertian  “fsik” atau  “tangible”. Dengan kata  lain, kepala negara yang berhasil sering dilihat dari kemakmuran negaranya yang dinilai dari  segi fnansial  (GDP atau  income per capita).  Selain itu berbagai pencapaian yang  tampak  seperti pembangunan gedung-gedung mewah, taman-taman yang modern dan jalan-jalan yang lebar sering pula menjadi tolok ukur yang
penting. Tentu, pencapaian dalam hal-hal tersebut bukanlah sesuatu yang salah, namun yang perlu dicermati adalah bahwa seorang pemimpin memiliki muti-sasaran, baik itu yang sifatnya
monumental maupun yang  tampaknya sederhana namun penting. 

Seorang pemimpin yang menganut nilai  monumentalisme pasti mengutamakan pencapaian sasaran yang “mengagumkan”    misalnya  dalam  hal “physical  buildings”  atau  pesta  pora
kendati hal tersebut harus dicapai dengan pengorbanan rakyatnya. Pada  jaman dahulu misalnya pembangunan kota yang indah dan megah dengan monumen-monumen yang mewah sering mengundang kekaguman dunia saat itu. Bahkan sampai saat ini pun, tidak sedikit peningalan-peninggalan sejarah yang menyiratkan kebesaran zaman lalu.  

Selain itu,  armada perang yang berwibawa juga tak luput untuk dijadikan simbol kekuatan dan keberhasilan para pemimpin zaman itu.  Nyatanya, tidak jarang pencitraan dilakukan secara berlebihan untuk menunjukkan kebijakan dan kesuksesan kepemimpinan  yang ‘semu’. Inilah yang biasa menjadi penyebab kekuasaan seorang pemimpin tidak bertahan lama. Kalaupun bisa bertahan lama harus dibayar oleh pengorbanan dan penderitaan masyarakatnya karena tekanan demi tekanan yang diberikan.

GLOBE

Merupakan akronim dariGlobal Leadership Organizatioal Behaviour Effectiveness Research Program,yang bertujuan melakukan penelitian lintas budaya mengenai kepemimpinandan budaya dalam konteks organisasi.

Kepemimpinan dan Multi Sasaran

Kepemimpinan oleh GLOBE  Study didefnisikan  sebagai  kemampuan seorang pemimpin dalam mempengaruhi, memo-tivasi dan membuat orang lain mampu berkontribusi demi pencapaian keefektivan dan keberhasilan organisasinya.  Mengacu  pada  defnisi tersebut maka jelas bahwa pemimpin  perlu mengantarkan anak buahnya  secara bersama-sama untuk berkontribusi
optimal demi pencapaian sasaran bersama. 

Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah: Bagaimana caranya? Pada masa lalu,  tidak jarang
“keberhasilan”  diperoleh  dengan  gaya yang otoriter.  Dewasa ini, mempengaruhi orang seyogianya dilakukan dengan cara yang manusiawi. Memang tidak mudah, mengingat manusia memiliki nilai diri yang berbeda  dan persoalan diri yang membuatnya ‘unik’. Pemimpin yang efektif dan berhasil adalah pemimpin yang mampu mencapai multi sasaran dengan mengindahkan segi
well-beings, acceptance   dan kepuasan kerja orang-orang yang dipimpinnya.

Pencapaian sasaran dengan segala cara, selain tidak etis juga tidak akan bertahan lama (sustainable). Apalagi dalam negara yang plural seperti Indonesia, seorang pemimpin tidak bisa hanya memahaminya secara kontekstual dan teoritis kemajemukan  masyarakatnya, tetapi  juga harus mampu mewujudkan perlindungan, peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat  secara hakiki.

Jadi, pemimpin yang berhasil tidak hanya  dilihat  dari  capaian  fsikal  dan fnansial  namun  juga  kesehatan mental anak buahnya yang tercermin dari kepuasan dalam bekerja serta  menerima
kepemimpinannya. Apa artinya tercapai sasaran  fnancial tetapi semua anak buahnya dalam keadaan tidak bermotivasi serta  stress. Jika kondisi ini yang terjadi maka  engagement  masyarakat dalam mengejar sarasan dapat dikatakan sangat rendah padahal  engagement  dalam
bekerja merupakan modal yang sangat berarti bagi organisasi untuk berkembang menjadi besar.

Servant Leadership

Pengimplementasian kepemimpinan yang tampaknya efektif adalah dengan pendekatan  servant leadership   yaitu kepemimpinan yang  mengutamakan “pelayanan”  secara  rendah  hati    pada masyarakatnya. Pemimpin yang berupaya mendengarkan dan berempati terhadap apa yang dibutuhkan oleh anak buah atau masyarakat. Aksi MBWA (Management By Walking Around) atau ‘blusukan’ seperti Gubernur  Jakarta Jokowi dan walikota Surabaya Risma menunjukkan gaya kepemimpinan yang khas hingga mendapat sorotan positif baik dalam dan luar negeri.

Karena mereka memiliki visi yang jelas dan bersedia bekerja ekstra keras untuk mewujudkannya. Kendati demikian, dalam menjalankan gaya yang khas tersebut tentu tidak mudah, dan pasti
banyak sekali tantangan yang dihadapi. Dewasa ini, di Indonesia khususnya sangat didambakan pemimpin yang humane, bersih,  melayani dan tegas.

Kejadian demi kejadian akhir-akhir ini yang menyangkut beberapa pemimpin penting yang terlibat atau diduga terlibat berbagai kasus serius menjadi tantangan bagi calon pemimpin masa depan untuk menjadi pemimpin yang bersih dan melayani. Mereka  harus menjunjung tinggi  integritas serta mampu sebagai ‘agent of change’ dalam membawa negara kearah yang jauh lebih baik sehingga di mata dunia Indonesia menjadi negara yang bersih dari korupsi yang masyarakatnya
makmur dan sejahtera.

Visioner, Melayani & Berintegritas

Pemimpin masa kini harus memiliki  berwawasan jauh kedepan dan mampu menerjemahkan serta
mengkomunikasikannya kepada semua anggotanya agar mereka mampu bersama-sama mencapai visi dan  tujuan yang ingin dicapai. Dunia yang semakin kompetitif, kompleks dan dinamis yang dipacu oleh kemampuan teknologi yang semakin ‘tanpa batas’ menuntut pemimpin yang mampu ‘membaca’ dan memprediksi apa yang potensial terjadi.

Ia juga harus mampu menentukan visi serta mewujudkannya. Tentu, ia tidak harus bermain sendiri  (one man show) dan hal tersebut tidak mungkin; ia harus membentuk tim yang unggul yang
berkomitmen tinggi untuk bersama-sama bermimpi bersama mewujudkan kesuksesan yang diinginkan. Di Indonesia tampaknya masyarakat mendambakan pemimpin yang tidak hanya
berkompeten tetapi juga mereka yang beretika  serta bersedia  “melayani”  secara tulus.

Tidak mudah memang, karena hal tersebut berkaitan dengan nilai-nilai diri seorang pemimpin  terutama berkaitan dengan kesederhanaan, jujur, integritas, melayani, visioner, proaktif serta mampu berperan sebagai ‘penyembuh’ khususnya dalam hal yang berkaitan dengan mental health. Oleh sebab itu pemimpin itu sendiri harus sehat secara mental agar ia mampu memberi konseling atau bahkan penyembuhan mental anak buahnya jika diperlukan.

Perenungan diri dan upaya menjadi pemimpin yang  mentally health dan berintegritas perlu selalu diakukan karena hal tersebut merupakan modal untuk mencapai sasaran. Pemimpin bukan
‘Superman’  yang mampu  mengubah suatu keadaan yang sangat jelek menjadi sangat mengagumkan dalam sesaat. Namun visi, perencanaan strategis, kemampuan serta kejujuran dalam melaksanakan perubahan kearah yang positif merupakan sesuatu yang esensial dan patut dihargai.

Bagaimanapun, integritas dan tata kelola  clean government menjadi suatu yang mutlak  dijalankan bukan hanya di pidatokan.Kini, Pemilu sudah semakin dekat, para calon pemimpin apapun tingkatannya mulai unjuk gigi lewat beraneka strategi. Tidak sedikit yang sudah memanfatkan jasa konsultan atau tim sukses yang unggul,  demi  pencitraan  dan  “promosi”
diri, seperti ingin menunjukkan  gaya servant leadership atau kepemimpinan yang melayani walaupun belum terbukti secara  nyata. Dengan kata lain, apa yang dilakukan hanyalah pencitraan semu atau pseudo servant leadership. 

GLOBE mengemukakan enam dimensi  gaya kepemimpinan: Orientasi pada kinerja, tim, partisipatif, manusia, independen, dan proteksi diri. Memadukan servant-leadership  dengan kepemimpinan GLOBE tentunya akan sangat ideal dalam mencapai sasaran organisasi terutama pada gaya yang menekankan pada  orientasi kinerja, tim dan manusia.

 

Faculty Member

Prasetiya Mulya


Share/Bookmark

ARTIKEL TERKAIT :




     

    KONSULTASI
    Langkah-langkah Memulai Bisnis Awal

    Oleh : Prof.Dr.Andreas Budihardjo Saya adalah seorang marketer sejati, saya selalu berhasil mencapai target yang dibebankan perusahaan terhadap saya. Akan tetapi, saya selalu ti ...
    [selengkapnya]


     











    HEADLINE :


      

     

     

    heading

    K O B I S

    Wani Piro

    Point of View

    MENCIPTAKAN SUPERTEAM,
    BUKAN SUPERMAN!

    Closer With

    PETINGGI YANG SELALU MERENDAH

    Finance

    Disiplin Administratif:
    Solusi Mengelola Keuangan Bisnis Anda

    Talent Behavior

    Bekerja Tanpa Pemimpin Utopia atau Kekacauan?

    EXPLORE

    Merek-Merek Penanda Zaman Baru

    Operations 

    SEGITIGA EMAS

    Marketing

    BERBURU BANGKU PARLEMEN 2014

     
    KONFLIK KEKUASAAN
     
    SEDERHANA ITU...
    SEMPURNA!

     
     
    TERKENANG LIONTIN TANDA CINTA IBUNDA

    BIZPEDIA

    KEPEMIMPINAN SEBAGAI INTI MANAJEMEN

    BOOK INSIGHT

    David and Goliath Malcolm Gladwell
     
     
     
     
    JURNAL IRJBS
     
    Agustus - November 2012
     
    Vol. 5 No. 2
     
     
     
     
     
     
    April - Juli 2012
     
    Vol. 5 No. 1
     
     
     
     
     
     
    Desember 2011 - Maret 2012
     
    Vol. 4 No. 3
     
     
     
     
     
     
    AGUSTUS S/D NOVEMBER 2011
     
    Vol.4 No.2
     
     
     
     
     
     
    JURNAL IRJBS
     
    April s/d Juli 2011
     
    Vol. 4 No. 1
     
     
     
     
     
     

     
     JURNAL INTEGRITAS
     
    Desember 2010 s/d Maret 2011

    VOL. III NO. III
     
     
     
     
     
     
     
     JURNAL INTEGRITAS
     
    Agustus s/d November 2010
     
    VOL. III NO. II
     
     
     
     
     
     
     JURNAL INTEGRITAS
     
    April s/d Juli  2010
     
    VOL. III NO. I
     
     
     
     
     
     
     
    JURNAL INTEGRITAS
     
    DESEMBER 2009 S/D MARET 2010
     
    VOL. II NO. III
     
     
     
     
     
     
     
    JURNAL INTEGRITAS
     
    AGUSTUS S/D NOVEMBER 2009
     
    VOL. II NO. II 
     
     
     
     
     
     
    JURNAL INTEGRITAS
     
    APRIL S/D JULI 2009
     
    VOL.II NO.I 
     
     
     
     
     
     
    JURNAL INTEGRITAS
     
    DESEMBER 2008 S/D MARET 2009
     
    VOL.I NO.III
     
     
     
     
     
     
    JURNAL INTEGRITAS
     
    AGUSTUS S/D NOVEMBER 2008
     
    VOL.I NO.II

    Pembaruan Fungsi Keuangan Perusahaan (Oleh:Djoko Wintoro).

    Membumikan Operasi Perusahaan Besar di Indonesia (Oleh:A.Prasetyantoko & Rachmadi P)

    Meningkatkan Kinerja Pemasaran (Oleh:Widodo)

    Indonesia Bankrputcy Law: Revisited (Oleh:Wijantini)

    Predicting Credit Risks Using Sustainability Criteria into Credit Risk Management (Oleh:Teddy Oswari)

    Human Resource Retention Practices (Oleh:Mohammad A. Ashraf,R.A. Masum & M.H.R. Joarder)

    The Role Of Culture And Community (Oleh:Achmad Setyo Hadi)

    JURNAL INTEGRITAS

    MAI 2008

    VOL.I NO.I 

    Keragaman IdentItas dalam KomunItas Konsumen (Oleh:Eka Ardianto )

    Dinamika Hubungan Perusahaan dan Komunitas Konsumen (Oleh:Yudho Hartono)

    Pengujian TeorI Trade-Off dan Pecking Order (Oleh:Darminto & Adler Haymans Manurung)

    Pentingnya Safety cultur di rumah sakit (Oleh:Andreas Budihardjo)

    Adopting and Implementing Advanced Manufacturing Technology (Oleh:Lena Elitan)

    Corporate Governance in Family Firms (Oleh:Lukas Setia-Atmaja)
     
     
     
     

    buku 



    Untuk melihat preview klik Cover ini!

    Untuk berlangganan klik Di Sini!
     
    //

    Apakah informasi yang kami tampilkan sudah sesuai dengan yang anda inginkan?
          Sangat Sesuai
          Cukup Sesuai
          Kurang Sesuai




    Unique Visits Today: 14
    Hits Today: 131
    Total Unique Visits: 362586
    Total Hits: 24361585
    Guests Online: 2


       
       

      MENU HOME:




      MENU JOURNAL:




      MENU FORUM:


    PMBS Publishing   
    www.management-update.org | copyright © 2017