A manager is responsible for the application and performance of knowledge (Peter Drucker) | www.management-update.org  
   
   | Beranda | Publisher | Editors | Login | Subscribed | RSS Feed | Twitter | Facebook | 22 July 2018
   
   
   
      Register | Forget Password

  Username : Password :
     
   


   
       HOME EDITORIAL HEADLINE DEPARTMENT REGULAR SUBSCRIPTION ARCHIVE    
   
 
  • Cyb3r001

    uploads/slide/sd.jpg

    Hacked By Cyb3r001 was here

 
 
IN THE HISTORY

KONFLIK KEKUASAAN

Memahami teori konfik sebagai  acuan terhadap permasalahan 
di dalam sistem sosial yang ada.
 
Perkembangan suatu sistem sosial yang ada di masyarakat memang menjadi fenomena tersendiri.
keberagaman masyarakat kadangkala membuat berkembangnya sistem sosial menjadi suatu masalah sosial. Tidak heran jika kemudian muncul teori yang bisa membantu menyelesaikan
masalah sosial tersebut. Konfik senantiasa ada di dalam setiap sistem sosial yang ada. Aktivitas dan kekuasaan di dalam suatu kelompok pun, kadang memunculkan konfik di dalamnya.
 
Konfik umumya terjadi karena tingginya ketidaksepahaman atau bisa juga karena masing-masing pihak ingin mempertahankan argumentasinya. Memang, mempertahankan sebuah argumentasi bukanlah sesuatu yang buruk, karena masing-masing pihak ingin memberikan kontribusi
pemikirannnya yang terbaik. Sayangnya yang sering terjadi bukan sebuah kesepakatan, melainkan konfik yang justru semakin melebar, hingga mempersulit terpacainya kesepakatan. 
 
Britania Raya
 
Sebuah  negara kesatuan  yang diatur di bawah monarki konstitusional dan sistem parlementer, dengan kursi pemerintahannya berada di  ibu kota London. Britania Raya adalah salah satu  negara maju  dengan  ekonomi terbesar keenam di dunia  menurut PDB nominal dan  terbesar kedelapan
di dunia  menurut keseimbangan kemampuan berbelanja. Hingga saat ini, negara ini tetap menjadi kekuatan besar yang berpengaruh dalam bidang ekonomi, budaya, militer, sains, dan politik.
 
Austria-Hongaria
 
Sebagai  kekaisaran  multi-nasional pada masa kesadaran  nasional, menemukan kehidupan politiknya yang didominasi pertikaian antara 11 kelompok nasional yang utama. Meski perselisihan antara kelompok seringkali mengenai kekaisaran, 50 tahun keberadaannya memperlihatkan
perkembangan ekonomi dan modernisasi yang cepat, seperti banyak perbaikan liberal. Akhirnya
kekaisaran ini lenyap sebagai akibat Perang Dunia I. 
 
Laissez-faire
 
Pendukung doktrin ini berpendapat bahwa suatu  perekonomian perusahaan swasta  akan mencapai tingkat efesiensi yang lebih tinggi dalam pengalokasian dan penggunaan sumber-sumber ekonomi yang langka dan akan mencapai pertumpuhan ekonomi yang lebih besar bila
dibandingkan dengan  perekonomian yang terencana secara terpusat. Sebaliknya, birokrasi pemerintah cenderung mematikan inisiatif dan menekan perusahaan.
 
Perang Saudara Yunani
 
Perang antara pasukan pemerintah Yunani, yang didukung oleh  Britania Raya,  Amerika Serikat, dan Tentara Demokratik Yunani, cabang militer dari Partai Komunis Yunani. Salah  satu  konfik  pertama  Perang Dingin, menurut beberapa analis ini merupakan contoh pertama pascaperang campur tangan Barat dalam politik internal negara asing.
 
Kerajaan Travancore
 
Bekas  kerajaan feodal  dan  negara kepangeranan  Hindu  yang dikuasai oleh  keluarga kerajaan Travancore  di  Padmanabhapuramatau Thiruvananthapuram. Pada puncak kejayaannya, wilayah Travancore meliputi  Kerala  tengah dan selatan, distrik Kanyakumari, dan bagian paling selatan Tamil Nadu. Travancore memenangkan pertempuran melawan Vereenigde Oost-Indische Compagnie, sehingga menghentikan ambisi kolonial Belanda di wilayah India.
 
Suriname

Mulai dikenal luas sejak  abad ke-15, yaitu ketika bangsa-bangsa imperialis Eropa berlomba menguasai Cassiquiare  dan Sungai Orinoco. Dalam suatu cerita fktif “El Dorado”, Guyana digambarkan sebagai suatu wilayah yang kaya akan kandungan  emas. Para ahli  sejarah
memperkirakan bahwa  cerita  fktif tersebut merupakan salah satu faktor yang mendorong orang-orang  Eropa untuk bersaing menguasai Guyana.
 
Perang Boshin
 
Perang saudara  di  Jepang  antara Keshogunan Tokugawa  dan fraksi yang ingin mengembalikan kekuasaan politik ke tangan  kekaisaran. Perang berawal dari rasa tidak puas kalangan bangsawan dan  samurai  muda usia atas lunaknya kebijakan keshogunan terhadap orang asing. Aliansi Samurai dari Jepang bagian selatan dan pejabat istana berhasil mengamankan istana kaisar dan memengaruhi Kaisar Meiji yang waktu itu masih belia. Shogun berkuasa,  Tokugawa Yoshinobu
menyadari posisinya yang lemah, dan menyerahkan kekuasaan politik ke tangan kaisar.
 
Fasisme

Fasis berusaha untuk mengatur bangsa menurut perspektif korporatis, nilai, dan sistem, termasuk sistem politik dan ekonomi. Mereka menganjurkan pembentukan partai tunggal negara totaliter yang berusaha memobilisasi massa suatu bangsa dan terciptanya “manusia  baru”  yang  ideal  untuk membentuk suatu elit pemerintahan melalui indoktrinasi, pendidikan fsik, dan eugenika kebijakan keluarga.
 

KONSULTASI
Langkah-langkah Memulai Bisnis Awal

Oleh : Prof.Dr.Andreas Budihardjo Saya adalah seorang marketer sejati, saya selalu berhasil mencapai target yang dibebankan perusahaan terhadap saya. Akan tetapi, saya selalu ti ...
[selengkapnya]


 











HEADLINE :


  

 

 

heading

K O B I S

Wani Piro

Point of View

MENCIPTAKAN SUPERTEAM,
BUKAN SUPERMAN!

Closer With

PETINGGI YANG SELALU MERENDAH

Finance

Disiplin Administratif:
Solusi Mengelola Keuangan Bisnis Anda

Talent Behavior

Bekerja Tanpa Pemimpin Utopia atau Kekacauan?

EXPLORE

Merek-Merek Penanda Zaman Baru

Operations 

SEGITIGA EMAS

Marketing

BERBURU BANGKU PARLEMEN 2014

 
KONFLIK KEKUASAAN
 
SEDERHANA ITU...
SEMPURNA!

 
 
TERKENANG LIONTIN TANDA CINTA IBUNDA

BIZPEDIA

KEPEMIMPINAN SEBAGAI INTI MANAJEMEN

BOOK INSIGHT

David and Goliath Malcolm Gladwell
 
 
 
 
JURNAL IRJBS
 
Agustus - November 2012
 
Vol. 5 No. 2
 
 
 
 
 
 
April - Juli 2012
 
Vol. 5 No. 1
 
 
 
 
 
 
Desember 2011 - Maret 2012
 
Vol. 4 No. 3
 
 
 
 
 
 
AGUSTUS S/D NOVEMBER 2011
 
Vol.4 No.2
 
 
 
 
 
 
JURNAL IRJBS
 
April s/d Juli 2011
 
Vol. 4 No. 1
 
 
 
 
 
 

 
 JURNAL INTEGRITAS
 
Desember 2010 s/d Maret 2011

VOL. III NO. III
 
 
 
 
 
 
 
 JURNAL INTEGRITAS
 
Agustus s/d November 2010
 
VOL. III NO. II
 
 
 
 
 
 
 JURNAL INTEGRITAS
 
April s/d Juli  2010
 
VOL. III NO. I
 
 
 
 
 
 
 
JURNAL INTEGRITAS
 
DESEMBER 2009 S/D MARET 2010
 
VOL. II NO. III
 
 
 
 
 
 
 
JURNAL INTEGRITAS
 
AGUSTUS S/D NOVEMBER 2009
 
VOL. II NO. II 
 
 
 
 
 
 
JURNAL INTEGRITAS
 
APRIL S/D JULI 2009
 
VOL.II NO.I 
 
 
 
 
 
 
JURNAL INTEGRITAS
 
DESEMBER 2008 S/D MARET 2009
 
VOL.I NO.III
 
 
 
 
 
 
JURNAL INTEGRITAS
 
AGUSTUS S/D NOVEMBER 2008
 
VOL.I NO.II

Pembaruan Fungsi Keuangan Perusahaan (Oleh:Djoko Wintoro).

Membumikan Operasi Perusahaan Besar di Indonesia (Oleh:A.Prasetyantoko & Rachmadi P)

Meningkatkan Kinerja Pemasaran (Oleh:Widodo)

Indonesia Bankrputcy Law: Revisited (Oleh:Wijantini)

Predicting Credit Risks Using Sustainability Criteria into Credit Risk Management (Oleh:Teddy Oswari)

Human Resource Retention Practices (Oleh:Mohammad A. Ashraf,R.A. Masum & M.H.R. Joarder)

The Role Of Culture And Community (Oleh:Achmad Setyo Hadi)

JURNAL INTEGRITAS

MAI 2008

VOL.I NO.I 

Keragaman IdentItas dalam KomunItas Konsumen (Oleh:Eka Ardianto )

Dinamika Hubungan Perusahaan dan Komunitas Konsumen (Oleh:Yudho Hartono)

Pengujian TeorI Trade-Off dan Pecking Order (Oleh:Darminto & Adler Haymans Manurung)

Pentingnya Safety cultur di rumah sakit (Oleh:Andreas Budihardjo)

Adopting and Implementing Advanced Manufacturing Technology (Oleh:Lena Elitan)

Corporate Governance in Family Firms (Oleh:Lukas Setia-Atmaja)
 
 
 
 

buku 



Untuk melihat preview klik Cover ini!

Untuk berlangganan klik Di Sini!
 
//

Apakah informasi yang kami tampilkan sudah sesuai dengan yang anda inginkan?
      Sangat Sesuai
      Cukup Sesuai
      Kurang Sesuai




Unique Visits Today: 89
Hits Today: 2590
Total Unique Visits: 454085
Total Hits: 30497835
Guests Online: 21


   
   

  MENU HOME:




  MENU JOURNAL:




  MENU FORUM:


PMBS Publishing   
www.management-update.org | copyright © 2018