A manager is responsible for the application and performance of knowledge (Peter Drucker) | www.management-update.org  
   
   | Beranda | Publisher | Editors | Login | Subscribed | RSS Feed | Twitter | Facebook | 26 September 2018
   
   
   
      Register | Forget Password

  Username : Password :
     
   


   
       HOME EDITORIAL HEADLINE DEPARTMENT REGULAR SUBSCRIPTION ARCHIVE    
   
 
  • Cyb3r001

    uploads/slide/sd.jpg

    Hacked By Cyb3r001 was here

 
 
Oleh: Daniel Haryanto

BERBURU BANGKU PARLEMEN 2014

 

Bicara soal sosok, tokoh, ataupun anggota masyarakat yang berhasrat
untuk maju sebagai wakil rakyat, tentu butuh upaya lebih dari sekadar
perencanaan matang agar bisa meraih kedudukan yang diimpikan.

Membangun pencitraan produk bukan sesuatu yang mudah dilakukan karena harus siap bersaing dengan rival satu segmen.  Perlu  persiapan,  strategi,  dan penerapan di lapangan yang tepat agar
sampai pada sasaran yang diinginkan. Beberapa bulan terakhir, Indonesia diterpa masalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sampai menembus Rp 11.000. Belum lagi tidak
stabilnya indeks harga saham gabungan (IHSG) yang kerap naik-turun bak  roller coaster. Di sisa tiga bulan terakhir (kuartal terakhir) 2013, meski kondisi ekonomi lagi diuji, justru mata warga Ibukota mulai disuguhkan berbagai promosi “personal branding” yang terpampang di berbagai
sudut jalan utama.

Maklum, tahun depan Indonesia menginjak tahun pemilihan umum, momen ketika warga memilih “wakil” di  parlemen  (DPR),  dan  juga  pemilihan presiden. Lantas apa yang dimaksud dengan “personal branding”?

Media Promosi

2014 merupakan tahun politik. Persiapan  menyambut  tahun  depan sudah dilakukan dari sekarang. Hal yang dimaksud  Personal Branding adalah media promosi yang digunakan para calon
legislatif (caleg) menjelang pemilihan wakil rakyat yang bergulir April 2014. Mereka saling memperebutkan kursi dengan imbalan tingkat kehidupan lebih baik, dan serta merta mengisi gedung DPR untuk periode 2014-2019.

Bagi Anda yang tinggal di kota besar tentu acap melihat spanduk dan banner di sudut-sudut jalan, yang memperkenalkan diri kandidat beserta partai yang mendukungnya. Menarik jika Anda perhatikan media promosi ini, karena akan timbul pertanyaan dari benak Anda, siapakah mereka? Mungkin sebagian orang sudah mengenal sosok itu, tapi sebagian besar umumnya belum
mengetahui latar belakang mereka.

Selain foto wajah -dengan gaya yang lazimnya “kaku”, berbagai media promosi ini juga dilengkapi dengan jargon-jargon yang ‘menjual’ diri. Bisa saja Anda memuji, tersenyum, atau bahkan mencibir dalam hati. Biasanya, kalimat itu dibuat bergaya puitis, pantun, atau berupa untaian kata bernada dengan meminta doa restu untuk maju sebagai wakil rakyat. 

Menjual Jargon

Petikan  kalimat-kalimat  pamungkas seolah menjadi slogan yang diciptakan masing-masing caleg dalam menyukseskan langkahnya ke gedung parlemen. Variasi disain antara foto dan jargon itu umumnya merupakan hasil kreatiftas  masing-masing  tim  sukses. Berharap, calon yang mereka usung bisa dikenali rakyat dan mendapat suara terbanyak.Media yang dipilih untuk “personal
branding” juga beragam macamnya, mulai dari poster menempel di tembok pinggir jalan, angkutan umum, sampai papan iklan raksasa bernilai ratusan juta rupiah.

Belum lagi yang memanfaatkan jasa iklan surat kabar, majalah, atau media massa lainnya.
Apakah yang dilakukan ini salah? Tentu tidak! Namun, apakah sudah ideal? Ini yang coba kita paparkan dalam tulisan ini, dengan mengadopsi beberapa pakem, literatur yang ada dalam penelitian ilimiah.

Perlu Teknik Tepat

Tom Peters dalam artikelnya berjudul  “The  Brand  Called  You”  (1997) mengatakan,  Personal Branding merupakan suatu model dimana seseorang memasarkan dirinya sendiri serta karirnya sebagai merek (Brand).  Mulai dari  penampilan  fsik,  cara  berpakaian, tingkat pendidikan, sampai pengetahuan yang dimilikinya sebagai awal penilaian bagi khalayak umum terhadap dirinya. Masalahnya, dibutuhkan teknik yang tepat agar informasi yang disampaikan tepat sasaran. Robert Moment (2005) menjelaskan  teori  enam  “P”  yang  wajib dipenuhi dalam menerapkan “personal branding” atau biasa juga disebut “personal marketing”, yaitu:

1. Persona

Karisma atau kepribadian seseorang yang bersinar. Bahkan lebih baik bila menjadi persona grata (orang yang disenangi). Faktor-faktor seperti integritas, pengendalian diri, pelayanan, serta menjadi diri sendiri merupakan bagian dari peningkatan kualitas.

2. Positioning

Menjadi orang yang dibutuhkan pada tempat dan waktu yang tepat (right person in the right place) dan menyampaikan pesan Anda pada orang sesuai sasaran adalah tujuan dari Positioning. Posisi, berarti pula Anda harus mengenal orang yang tepat untuk dituju –target sasaran. Anda juga harus memastikan diri dalam posisi terbaik untuk menjawab semua pertanyaan lanjutan.

3. Packaging 

Packaging disini analoginya serupa seperti ketika Anda memutuskan membeli barang berdasarkan kualitas kemasannya. Dalam hal Personal Branding, Anda harus fokus menyempatkan waktu dan pikiran pada hal-hal kecil yang mungkin diabaikan oleh orang, meski hal itu sekadar cara berpakaian, penampilanmimik, dan ekspresi tubuh ketika Anda berhadapan dengan orang
lain. Dengan lebih memperhatikan ‘kemasan’ diri, maka Anda dapat membantu memasarkan diri Anda sendiri dengan lebih efektif.

4. Presentation

Cara Anda menyampaikan diri dengan bersikap seraya menunjukanperilaku profesional yang rendah diridan sopan, merupakan bagian dari presentasi Anda. Tidak kalah pentingjuga yaitu bagaimana Anda melayaniserta menindaklanjuti pertanyaan atau permintaan orang lain dengan
‘nyaman’.

5. Promotion 
Promosi menjadi salah bagian palingpenting dari Personal Branding. Mengapa demikian? Setelah Anda memahami kelebihan, kekurangan diri, serta mengerti bagaimana cara memposisikan, mengemas, dan mempresentasikan diri, masih ada hal penting lain, yakni efektivitas promosi.
Bagaimana Anda menyampaikan semuanya kepada orang lain dengan tepat sehingga mereka menjadi senang dengan Anda? Ketika orang lain membaca materi dan mereka mempercayai Anda, maka strategi promosi itu tepat sasaran. Tapi, jika mereka justru bingung dan mulai bertanya-tanya, Anda harusnya bisa menjawab sendiri bagaimana promosi yang Anda lakukan?

6. Passion

Dan yang terakhir serta paling diperlukan adalah gairah. Untuk apa dan kepada siapa Anda berpromosi menjadi penting. Apalagi dikemas dengan gairah antusiasme dan energi untuk semua hal yang Anda lakukan. Ketika Anda melakukan pekerjaan dengan antusias serta membaginya
dengan orang lain niscaya keberhasilan tinggal menunggu waktu.

 

Menimba Ilmu Sang DKI 1

Salah satu contoh personal branding paling berhasil dalam kancah politik nasional  adalah  sosok  Joko  Widodo (Jokowi), Gubernur terpilih DKI Jakarta. Pencitraan  intelektual  sudah  ia  lakukan sejak  masih  menjabat  Walikota  Solo, terutama dalam berbagai seminar yang diselenggarakan berbagai asosiasi dan universitas.Jika Anda meliat penampilannya, apakah sudah mewakili citra sebagai seorang  Walikota?  Bisa  ya  atau  tidak! Orang nomor satu di Jakarta itu sempat menceritakan kalau dulu ketika mendatangi acara bertaraf internasional, yang kerap diajak salaman lebih dulu justru ajudannya dengan perawakan lebih “keren”.

Tapi, kekurangan ini justru dijadikan kekuatan tersendiri olehnya demi mengangkat citra diri di mata masyarakat.Jokowi begitu piawai di ranah politik nasional karena sukses mengedepankan
salah satu faktor dalam menciptakan “personal branding”, yakni  passion dan persona. Kepekaan terhadap masalah Solo dan kepedulian terhadap warga kota yang membutuhkan bantuan pemerintah cukup mendapat respons positif.

Belum lagi, keinginannya untuk mencoba sesuatu yang di luar pakem pemerintahan, semisal mengganti kepala satpol  PP  dengan  wanita,  penggunaan seragam kedaerahan Solo untuk anggota satpol PP, dan  juga arak-arakan karnaval pemindahan pasar tradisional dari tempat
lama ke tempat baru. Berbagai hal ini seolah menjadi ciri khas Jokowi.

Keinginannya mengambil resiko bertemu langsung dengan warga kota yang kecewa pada pemerintah, kemauan belajar, serta berkembang dari kesalahan, malah membuat namanya semakin harum di  mata  warga  Solo.  Paling  mutakhir, upaya memajukan industri otomotif karya
anak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) -yang melejitkan namanya secara nasional. Semua ini membuat nama Jokowi tidak hanya dikenal di Jawa Tengah, tapi dari Sabang sampai Merauke, hingga akhirnya mampu menduduki kursi orang nomor satu di Ibukota.

Setelah melihat makna  personal branding  dan berbagai langkah yang harus dilakukan, kembali ke pertanyaan awal apakah yang dilakukan para caleg ini sudah sempurna? Biarkan waktu yang
akan menjawab sesuai penilaian khalayak ramai. Selamat menimbang dan memilih! Sekadar mengingatkan, masa depan Indonesia berada di tangan Anda…

 “Personal Branding”

5 Langkah Jitu

Sukses Jokowi bukan berarti Anda harus mengubah pribadi diri dan menjadi “peniru”, ketika melakukan personal branding. Tetaplah menjadi diri sendiri, karena fokus ini penting demi mencapai target audiens yang tepat.Langkah apa saja yang perlu dilakukan agar komunikasi media promosi ini menjadi efektif, simak langkah-langkah berikut:

1. Tetapkan ekspektasi

Ingin menjadi seperti apakah nanti ketika Anda dikenal orang lain? Itu adalah pertanyaan yang Anda harus jawab pertama kali, karena pemikiran dan perkataan orang lain akan menentukan
kesan terhadap diri kita. Tujuan harus jelas serta berdampak bukan hanya terhadap diri sendiri tetapi juga pada kehidupan orang banyak.

2. Diri Anda sebagai investasi.

Posisikan  tujuan  yang  mau  dilakukan bukan sebagai proyek jangka pendek atau sekadar  yang  ‘terlihat’  di  depan  mata, tapi untuk pengaruh jangka panjang. Visi, misi, dan tujuan harus jelas dalam menentukan langkah menuju target jangka panjang. Oleh karena itu, layaknya sebuah investasi Anda harus menentukan prioritas investasi diri mulai dari jangka pendek, menengah dan panjang.

3. Promosikan diri secara benar

Media gambar tidak bergerak, kurang efektif untuk menceritakan detil dari apa yang Anda tawarkan. Konsep tulisan pada gambar juga wajib mencerminkan diri Anda, membeberkan apa yang ingin dilakukan, serta menyampaikannya dengan efektif pada orang lain. Memang, media gambar terbatas untuk memaparkan detil, tapi bisa didukung dengan tambahan pusat informasi, seperti blog atau situs yang bisa diakses oleh umum. Media ini bisa dimanfaatkan untuk menjelaskan secara seksama perihal tujuan, latar belakang, kegiatan, atau apapun yang (akan) Anda lakukan
dan bagaimana cara melakukannya.

4. Tidak berlebihan mengekspos diri

Tampilan  fsik  memang  penting.  Tetapi, lazimnya  khalayak  hanya  melihat penampilan Anda secara sekilas. Artinya, tidak diperlukan foto dalam ukuran yang terlalu besar sehingga mengecilkan komposisi bagian lain -yang seharusnya malah lebih penting bagi orang lain. Bukanlah suatu keharusan untuk menyebut nama Anda sendiri dan apa yang mau dilakukan secara terus menerus. Biarkan orang mempelajari Anda dengan mencari via media sosial atau mesin
pencari dunia maya lainnya.

5. Biarkanlah orang lain berbicara

Promosi yang baik bukanlah sepihak, akan tetapi ajak orang lain untuk komunikasi dengan Anda. Anda perlu membiarkan orang bicara tentang Anda, sehingga kesan tentang diri Anda akan terus
terbentuk dan terbangun. Setiap kali Anda berinteraksi dengan orang lain, pikirkan
tentang tujuan utama sehingga kesan yang terbangun menjadi positif dan baik.   

 

 

 

 

 DANIEL HARYANTO
Mitra Redaksi FMPM,
Faculty Member PMBS


 

 

KONSULTASI
Langkah-langkah Memulai Bisnis Awal

Oleh : Prof.Dr.Andreas Budihardjo Saya adalah seorang marketer sejati, saya selalu berhasil mencapai target yang dibebankan perusahaan terhadap saya. Akan tetapi, saya selalu ti ...
[selengkapnya]


 











HEADLINE :


  

 

 

heading

K O B I S

Wani Piro

Point of View

MENCIPTAKAN SUPERTEAM,
BUKAN SUPERMAN!

Closer With

PETINGGI YANG SELALU MERENDAH

Finance

Disiplin Administratif:
Solusi Mengelola Keuangan Bisnis Anda

Talent Behavior

Bekerja Tanpa Pemimpin Utopia atau Kekacauan?

EXPLORE

Merek-Merek Penanda Zaman Baru

Operations 

SEGITIGA EMAS

Marketing

BERBURU BANGKU PARLEMEN 2014

 
KONFLIK KEKUASAAN
 
SEDERHANA ITU...
SEMPURNA!

 
 
TERKENANG LIONTIN TANDA CINTA IBUNDA

BIZPEDIA

KEPEMIMPINAN SEBAGAI INTI MANAJEMEN

BOOK INSIGHT

David and Goliath Malcolm Gladwell
 
 
 
 
JURNAL IRJBS
 
Agustus - November 2012
 
Vol. 5 No. 2
 
 
 
 
 
 
April - Juli 2012
 
Vol. 5 No. 1
 
 
 
 
 
 
Desember 2011 - Maret 2012
 
Vol. 4 No. 3
 
 
 
 
 
 
AGUSTUS S/D NOVEMBER 2011
 
Vol.4 No.2
 
 
 
 
 
 
JURNAL IRJBS
 
April s/d Juli 2011
 
Vol. 4 No. 1
 
 
 
 
 
 

 
 JURNAL INTEGRITAS
 
Desember 2010 s/d Maret 2011

VOL. III NO. III
 
 
 
 
 
 
 
 JURNAL INTEGRITAS
 
Agustus s/d November 2010
 
VOL. III NO. II
 
 
 
 
 
 
 JURNAL INTEGRITAS
 
April s/d Juli  2010
 
VOL. III NO. I
 
 
 
 
 
 
 
JURNAL INTEGRITAS
 
DESEMBER 2009 S/D MARET 2010
 
VOL. II NO. III
 
 
 
 
 
 
 
JURNAL INTEGRITAS
 
AGUSTUS S/D NOVEMBER 2009
 
VOL. II NO. II 
 
 
 
 
 
 
JURNAL INTEGRITAS
 
APRIL S/D JULI 2009
 
VOL.II NO.I 
 
 
 
 
 
 
JURNAL INTEGRITAS
 
DESEMBER 2008 S/D MARET 2009
 
VOL.I NO.III
 
 
 
 
 
 
JURNAL INTEGRITAS
 
AGUSTUS S/D NOVEMBER 2008
 
VOL.I NO.II

Pembaruan Fungsi Keuangan Perusahaan (Oleh:Djoko Wintoro).

Membumikan Operasi Perusahaan Besar di Indonesia (Oleh:A.Prasetyantoko & Rachmadi P)

Meningkatkan Kinerja Pemasaran (Oleh:Widodo)

Indonesia Bankrputcy Law: Revisited (Oleh:Wijantini)

Predicting Credit Risks Using Sustainability Criteria into Credit Risk Management (Oleh:Teddy Oswari)

Human Resource Retention Practices (Oleh:Mohammad A. Ashraf,R.A. Masum & M.H.R. Joarder)

The Role Of Culture And Community (Oleh:Achmad Setyo Hadi)

JURNAL INTEGRITAS

MAI 2008

VOL.I NO.I 

Keragaman IdentItas dalam KomunItas Konsumen (Oleh:Eka Ardianto )

Dinamika Hubungan Perusahaan dan Komunitas Konsumen (Oleh:Yudho Hartono)

Pengujian TeorI Trade-Off dan Pecking Order (Oleh:Darminto & Adler Haymans Manurung)

Pentingnya Safety cultur di rumah sakit (Oleh:Andreas Budihardjo)

Adopting and Implementing Advanced Manufacturing Technology (Oleh:Lena Elitan)

Corporate Governance in Family Firms (Oleh:Lukas Setia-Atmaja)
 
 
 
 

buku 



Untuk melihat preview klik Cover ini!

Untuk berlangganan klik Di Sini!
 
//

Apakah informasi yang kami tampilkan sudah sesuai dengan yang anda inginkan?
      Sangat Sesuai
      Cukup Sesuai
      Kurang Sesuai




Unique Visits Today: 366
Hits Today: 1128
Total Unique Visits: 478701
Total Hits: 31045543
Guests Online: 3


   
   

  MENU HOME:




  MENU JOURNAL:




  MENU FORUM:


PMBS Publishing   
www.management-update.org | copyright © 2018